UGM Public Health Symposium

Conference Archives

2nd UGM Public Health Symposium 15-16 November 2017

Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta, ID

November 15, 2017 – November 16, 2017

PENGIRIMAN ABSTRAK HINGGA 5-11-2017

Kesehatan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh genetik invididual; lingkungan sosial dan masyarakat justru menjadi faktor penentu status kesehatan yang lebih signifikan. Pemberdayaan keluarga dan masyarakat menjadi salah satu metode yang ditempuh untuk meningkatkan status kesehatan seseorang, dan itu tengah digaungkan oleh kementerian kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas. Dengan adanya Germas, peningkatan status kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi beban Dinas Kesehatan saja, tetapi juga masyarakat luas serta lembaga-lembaga yang menaungi masyarakat antara lain Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat. Kolaborasi yang baik antara Dinas Kesehatan, akademisi dan unsur-unsur masyarakat tersebut mutlak diperlukan demi Indonesia yang lebih sehat.

UGM 2nd Public Health Symposium memberi kesempatan bagi peneliti, praktisi di dinas dan fasilitas kesehatan, aktivis lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat lainnya, serta mahasiswa public health untuk berbagi dalam bentuk paper dan poster terkait paparan, analisis, refleksi, debat, dan riset mereka tentang program-program public health di lapangan. Simposium ini memberi kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan keunggulan dari praktik public health di daerah, sekaligus refleksi mengapa sebagian dari program-program itu tidak seperti yang kita harapkan.


 

2nd UGM Public Health Symposium

DAY 1 – 15 NOVEMBER 2017

VENUE: AUDITORIUM FAKULTAS KEDOKTERAN UGM

08.00 – 09.00

Registration

09.00 – 09.30

Keynote Speaker

Managing Outbreak Preparedness Response in Global Health Security Context: Challenges in Collaborating with International, Regional and Local Actors – WHO

09.30 – 12.00

Panel Speaker (1): Regulation vs Politics vs Ethics: Lessons Learned from Outbreak Response

Hosted by Yodi Mahendradhata

1. Menyiasati ketidakakuran peraturan tentang outbreak dari berbagai sektor (Biro Hukum dan Organisasi, Kementerian Kesehatan RI)

2. Trik dalam Mengurus Dana BPJS Kesehatan untuk Wabah (Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VI)

3. Political and Social Issue During Outbreak: Experience on Antrax Outbreak in Kulon Progo (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo)

4. Ethical issue during outbreak: Should we hid information on outbreak while having potential harm for the public (Postgraduate program on Public Health, Faculty of Medicine – UGM)

5. Role and challenges of disaster preparedness agency: experience from BPBD Yogyakarta (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nasional)

12.00 – 13.30

LUNCH BREAK

13.30 – 15.30

Panel  (1): Outbreak Preparedness and Outbreak Response:  Who should take the lead?

Hosted by Andreasta Meliala

1. Strengthening local leadership in outbreak investigation and control (Hari Kusnanto)

2. Public Health Informatics During Outbreak Investigation: The need of providing real-time information for timeliness and accurate response and right data sharing (Anis Fuad)

3. Public Health Emergency Operations Centre (PHEOC): Experience of National Public Health Emergency Center in Outbreak Investigation and Control (Directorate Surveillance and Karantina)

4. Laboratory Support and Role in Outbreak Investigation: Experience from INA-reponse Jakarta (Abu Thalib)

5. Communication During Outbreak Situation (Riris Andono Ahmad)

15.30 – 16.00

Closing remarks

DAY 2 – 16 NOVEMBER 2017

VENUE: RUANG KELAS/ AUDITORIUM

08.00-08.30

Registrasi

Parallel Session 1

08.30 -  10.00

Workshop: Case Study on Outbreak

Oral presentation A

Oral presentation B

Oral presentation C

Oral presentation D

Prepare A Risk Communication Plan during Outbreak Situation

How to deal with media during Outbreak Situation

Facilitator :

Dr. Riris Andono Ahmad, MSc.PhD

Topik:

Environmental health

Facilitator :  Prof. Hari Kusnanto,Dr.PH

Topik:

Health promotion

Facilitator :  dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, PhD

Topik:

Health care and hospital management

Facilitator :  Prof.dr. Adi Utarini,M.Sc,PhD

Topik:

Health policy and politics

Facilitator : Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, PhD

Parallel Session 2

10.00 – 12.30

Oral presentation E

Oral presentation F

Oral presentation G

Oral presentation H

Oral presentation I

Topik:

Human resources for health

Facilitator :

 

Topik:

Maternal and child health

Facilitator:

Prof. dr. Ova Emilia, M.M.Ed, PhD

 

Topik:

Occupational health and safety

Facilitator:

Prof. dr. Adi Heru, MSc

Topikcs:

Population health

Facilitator :

Prof.dr. Siswanto Agus Wilopo,SU.M.Sc.PhD

Topics:

Primary health care and social determinants of health

Facilitator :  Dr. Mubasysyir hasanbasri,MA

12.30 – 13.30

LUNCH

13.30 – 15.30

Parallel Session 3

Oral presentation J

Oral presentation K

Oral presentation L

Oral presentation M

Topics:

Public health nutrition

Facilitator : Dr.rernat.dr BJ. Istiti Kandarina

Topics:

Public health ethics

Facilitator :  Prof.dr. Madarina Julia, MPH, SpAK(K),PhD

Topics:

Public health policy and practices

Facilitator : Prof.Laksono Trisnantoro

Topics:

Population health informatics

Facilitator :

Dr. Lutfan Lazuardi,M.Sc,PhD

15.30-16.00

Break sore

15.30 – 16.30

Closing Remarks

AUDITORIUM

View Conference Details

Simposium Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health and Health Sciences Symposium) 17-18 May 2017

Auditorium Fakultas Kedokteran

Yogyakarta, ID

May 17, 2017 – May 18, 2017

ABSTRAK TELAH DITUTUP

Abstrak yang Diterima Dapat Dilihat di Kolom Presentasi di Bagian Bawah dari Halaman ini.

Theme: Belajar Praktik dan Kebijakan "Public Health" dari Perspektid Daerah

(Learning Public Health Pracitices and Policies from Provincial and Disctrict Perspectives)

Pengantar

Sejak otonomi daerah dilaksanakan di Indonesia, Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan provinsi di seluruh pelosok tanah air telah mencoba mengembangkan dan melaksanakan layanan public health yang sesuai dengan kondisi di daerah masing-masing. Simposium public health ini memberi kesempatan bagi peneliti, praktisi di dinas dan fasilitas kesehatan, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan mahasiswa public health untuk berbagi  dalam bentuk paper dan poster terkait paparan, analisis, refleksi, debat, dan riset mereka tentang program-program public health di lapangan. Simposium ini memberi kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan keunggulan dari praktik public health di daerah, sekaligus refleksi mengapa sebagian dari program-program itu tidak seperti yang kita harapkan.

Program 17 Mei 2017

Seminar I: Public Health Practices in Remote Areas in Asean Countries

1. Pengalaman mengelola program public health di Kabupaten Keeron Papua, DR Drg Yohanah Yantewo MKes - Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Papua)

2. Pengalaman Universitas Airlangga dalam mendidik dokter untuk daerah terpencil, Dr Siti Pariani PhD - Universitas Airlangga)

3. Isu strategis dalam promosi kesehatan di daerah terpencil, Dr Fatwa Sari Tetradewi MPH PhD - Universitas Gadjah Mada

4. Tantangan manajerial dalam implementasi program public health di daerah terpencil, Prof Laksono Trisnantoro - Universitas Gadjah Mada)

Seminar 2: Local Public Health Practices: Experience from Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta

1. Praktik dan Kebijakan Public Health di DKI, Dr Koesmedi Priharto MKes - Kepala Dinas Kesehatan DKI

2. Inisiatif lokal di bidang kesmas oleh LSM, Dr Adi Sasongko MA - Universitas Indonesia

3. Public health and Politik Kesehatan, Dr Arie Sudjito - Universitas Gadjah Mada

4. Orientasi populasi dalam praktik dan kebijakan public health, Dr Mubasysyir Hasanbasri - Universitas Gadjah Mada

Program 18 Mei 2017: Simposium

Panel of abstract presentation and discussions

(Abstrak dan tema dapat dilihat di "presentations" di bagian bawah halaman ini)

Program ini memiliki SKP IDI dan IAKMI

 

Peserta:

  • Peneliti di universitas. lembaga penelitian, dan lembaga swadaya masyarakat kesehatan.

  • Mahasiswa S2 dan S3 Kesmas (MPH dan sejenisnya) yang berasal dari daerah-daerah yang sedang banyak inovasi dalam public health atau yang masih banyak kebutuhan yang belum menjadi prioritas program public health. Mahasiswa pasca sarjana kedokteran tropis, pendidikan kedokteran, keperawatan, dan ilmu kesehatan sejenis.

  • Residen di program spesialis dan konsultan obstetri dan ginekologi (obstetri sosial), pediatri sosial, kesehatan jiwa masyarakat, dan bidan social medicine

  • Praktisi public health di dinas kesehatan dan kementerian kesehatan yang mempunyai pengalaman dengan program-program unggulan

  • Mahasiswa pasca sarjana di UGM dapat menggunakan simposium ini untuk syarat publikasi nasional sebelum mereka lulus (daftar jurnal di bawah).

  • Mahasiswa S1 kedokteran dan kesehatan masyarakat yang mulai meniti di bidang public health

 

Jenis Presentasi Oral dan Poster
  • Riset original

  • Case report, deskripsi keunggulan program dari sisi implementasi dan konteksnya

  • Policy analysis paper, menelaah mengapa sebuah program dibuat, berhasil, atau gagal

  • Policy brief, menguraikan argumen kebijakan dan implementasi untuk pembuat keputusan di daerah dan pelaksana di dinas kesehatan

  • Debat, analisis kebijakan yang mempertanyakan mengapa tidak mengambil program yang alternatif, yang dipandang lebih baik.

  • Public health action, menguraikan rencana operasional program public health yang anda pandang bisa lebih efektif, efisiesn atau keduanya.

Tema:
  1. Communicable Diseases Control

  2. Community Health and Empowement

  3. Environmental Health

  4. Health and social behavior

  5. Health care and hospital management

  6. Health policy and politics

  7. Indigenous and remote population health

  8. Maternal and child health

  9. Occupational health and safety

  10. Public health regulation and policies

  11. Public health nutrition

  12. Public health informatics

  13. Social determinants of health

Registrasi:

Umum: Rp 500 ribu

Mahasiswa S1, S2, S3 - Rp 250 ribu

Kirim ke Bank BNI nomor 9888 8071 0411 0003 atas nama UGM FKU S2 IKM

Contact Person:

Antini (antini@ugm.ac.id)

Ratna Sary (rsary@ugm.ac.id)

 

 

View Conference Details

Field Epidemiology and Implementation of International Health Regulations 1 April 2017

Ismangoen Building 3rd Floor, Faculty of Medicine UGM

Yogyakarta, ID

April 1, 2017 – April 1, 2017

 

 

Abstract telah ditutup.

Latar belakang

International Health Regulation (IHR) 2005 merupakan Peraturan Kesehatan Internasional yang disetujui oleh 194 negara anggota WHO dalam sidang WHA (World Health Assembly) ke-58 yang bertujuan untuk mencegah, melindungi, dan mengendalikan penyebaran penyakit lintas negara dengan melakukan tindakan sesuai dengan risiko kesehatan yang dihadapi tanpa menimbulkan gangguan yang berarti bagi lalu lintas dan perdagangan internasional. Peraturan ini merupakan salah satu bentuk komitmen di tingkat internasional dalam upaya melindungi penyebaran penyakit secara internasional. Sejak tahun 2014, Indonesia berkomitmen untuk implementasi penuh dalam penerapan IHR 2005 tersebut.

Tujuan IHR 2005 ini adalah untuk mencegah, melindungi, dan menanggulangi penyebaran penyakit, termasuk penyakit menular yang sudah ada, penyakit menular baru, dan penyakit menular yang muncul kembali, serta penyakit tidak menular yang bisa menyebabkan Public Health Emergency of International Concern(PHEIC) / Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia. Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) merupakan kejadian luar biasa (KLB) yang dapat menjadi ancaman kesehatan bagi negara lain dan kemungkinan membutuhkan koordinasi internasional dalam penanggulangannya.

Dalam IHR 2005 terdapat 8 kapasitas inti yang dipersyaratkan, yaitu legislasi – kebijakan, koordinasi, surveilans, respons, kesiapsiagaan, komunikasi risiko, sumber daya manusia, dan laboratorium. Di antara 8 kapasitas inti tersebut, surveilans dan respon menjadi kapasitas kunci yang harus dipenuhi. Kegiatan surveilans dan respons merupakan salah satu bentuk kegiatan yang terintegrasi pada seluruh tenaga epidemiolog kesehatan.

Epidemiolog lapangan memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan IHR 2005,  terutama dalam hal deteksi dan respons terhadap ancaman kesehatan global. Hal ini mendorong peminatan epidemiologi lapangan (FETP) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk menyelenggarakan seminar sehari dengan tema: Field Epidemiology and Implementation of International Health Regulations".

Tujuan seminar ini adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan dalam deteksi dan respons terhadap ancaman kesehatan global.
  2. Meningkatkan kapabilitas akademik dan lapangan karya siswa melalui diskusi akademik yang intensif dan terarah.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan sharing informasi pelaksanaan kegiatan epidemiologi lapangan (analisis masalah kesehatan, evaluasi sistem surveilans, evaluasi program, epidemiologi analitik, dan kejadian luar biasa) kepada institusi lainnya.
  4. Memberikan masukan demi penyempurnaan laporan kegiatan lapangan karya siswa.
  5. Memberikan umpan balik bagi dinas kesehatan sebagai tempat magang.

Target

Penyaji presentasi oral dan poster dalam seminar sehari ini adalah karya siswa FETP angkatan 2015 dengan didahului kuliah dan diskusi dengan nara sumber dari WHO. Target audiens adalah Staf Epidemiologi di lingkungan FK UGM/RS Dr. Sardjito, FETP Indonesia, Dinkes Propinsi DIY, DPL Karya Siswa FETP Angkatan 2015/2016, sekolah kesehatan masyarakat,  Balai Besar Veteriner, BLK Yogyakarta, BBTKL-PP dan akademisi di lingkungan fakultas kedokteran UGM.


Pelaksanaan

Hari          : Sabtu

Tanggal    : 1 April 2017

Pukul        : 08.30 – 15.00 WIB

Tempat     : Gedung Ismangoen Lt. 3, Fakultas Kedokteran UGM

 

SUSUNAN ACARA SEMINAR SEHARI FETP 2017

No

Waktu

Acara

1.

08.30 - 09.00 WIB

Registrasi ulang peserta

2.

09.00 - 09.15 WIB

Pembukaan (MC)

3.

09.15 - 09.30 WIB

Sambutan dan Pembukaan secara simbolis:

 

Ketua Departemen BEPH: Dr Mubasysyr Hasanbasri

4.

09.30 - 10.30 WIB

Kuliah Pakar dan Diskusi: "Field Epidemiology and Implementation of International Health Regulations

 

WHO: dr. Marlinggom Silitonga, M.Epid.

5.

10.30 - 10.45 WIB

Coffee Break

6.

10.45 - 12.00 WIB

Presentasi Oral Sesi 1

 

Ruang 1: 
Auditorium Ismangoen, FK UGM

Ruang 2: R.Kuliah III.1
Gedung Ismangoen, FK UGM

 

MC: Rieski Prihastuti, SKpG.

MC: Cahyadin, SKM.

 

Moderator: Bayu Satria W MPH.

Moderator: Evi Susanti S, MPH.

7.

12.00 - 13.00 WIB

Ishoma dan Presentasi Poster

8.

13.00 - 14.15 WIB

Presentasi Oral Sesi 2

 

Ruang 1: 
Auditorium Ismangoen, FK UGM

Ruang 2: R.Kuliah III.1
Gedung Ismangoen, FK UGM

 

MC: Cahyadin, SKM.

MC: Rieski Prihastuti, SKpG.

 

Moderator: Evi Susanti S MPH.

Moderator: Bayu Satria W, S.Ked., MPH.

9.

14.15 - 14.45 WIB

Pengumuman Presentasi Oral dan Poster Terbaik

10.

14.45 - 15.00 WIB

Penutupan

Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D

 

View Conference Details