UGM Public Health Symposium

Announcements

 

Deadline abstrak II: 23 April 2018

 

CATATAN PEMBUATAN ABSTRAK

  1. Paper untuk simposium public health ini dapat bersumber dari hasil penelitian dengan data kuantitatif atau pun kualitatif, atau paper yang mereview artikel-artikel, paper argumentatif (debat atau paper posisi), laporan kasus, atau policy brief.
  2. Karena abstrak anda akan  bisa diakses dan dibaca terus di web Public Health Symposium, silakan tunjukkan kekuatan dan keunggulan gagasan. Pastikan paper anda memiliki sesuatu kelebihan yang membuat orang tertarik membaca dan bahkan berdiskusi dengan anda tentang paper itu.
  3. Simposium merupakan cara berbagi tentang perkembangan terakhir dari peneliti dan praktisi dalam public health. Pastikan pembuat abstrak memiliki sumber informasi dan referensi yang mutakhir di bidang yang mereka tulis. Pembuat abstrak selalu memiliki dokumentasi yang lengkap yang nanti akan dipresentasikan dalam simposium (perkembangan terakhir tentang topik riset itu, mengapa penelitian ini penting dibuat, metode pengumpulan data dan cara analisis, temuan yang menjawab alasan penelitian dibuat, implikasi bagi praktisi dan pembuat keputusan public health). Sebaiknya waktu membuat abstrak, anda memastikan terlebih dulu butir-butir di atas.
  4. Selalu beri arti penting dari penelitian anda bagi praktisi lapangan, kepala puskesmas, kepala dinas kesehatan, kepala daerah atau peneliti agar mereka bisa membuat pertimbangan bagi program yang ada di daerah mereka. Selalu hubungkan paper anda dengan program-program yang sudah ada dan bagaimana hasil penelitian atau paper argumentatif yang anda buat berguna bagi praktisi dan pengambil keputusan di bidang public health.

Contoh

PROGRAM KPLDH SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI PISPK DI JAKARTA

Penulis

Tujuan: Karena Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga diterapkan sesuai sesuai dengan kemampuan dinas kesehatan dan pemerintah daerah, paper ini ingin menunjukkan pengalaman pelaksanaan di Daerah Ibukota Jakarta dengan menerapkan tim KPLDH yang berkunjung ke rumah-rumah penduduk miskin dan rawan sakit.

Data: …...

Temuan: …...

Kesimpulan: Kasus Jakarta menunjukkan keberhasilan pelaksanaan PIS PK di Jakarta ditentukan dengan sistem kontrak tenaga kerja full-time yang bekerja dalam team.

Implikasi praktis: Agar PISPK dilaksanakan lebih efektif, pemerintah daerah lain dapat memilih sistem kontrak yang bisa dikerjakan. Lembaga-lembaga diklat penting menawarkan pelatihan tentang sistem kontrak dan variasi-variasi penerapan di puskesmas.


 
Posted: 2018-03-30 More...
 
More Announcements...

Current Conferences

No conferences are currently active. Please check the archives for past scheduled conferences.